Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rita tri pamungkas
Sis paketannya udah nyampe. Bagus2 banget bandananya. Thanks
Customer Service

SMS / Hotline
+62 816 66 64 64
PIN: 2B1BE846



By Admin  Article Published 11 March 2012
 
 
Selain faktor yang berkaitan dengan kondisi tubuh bayi, faktor lingkungan juga memegang peranan penting dalam menciptakan suasana yang mendukung untuk menjaga bayi agar tetap tidur dengan nyaman. Jika lingkungannya tidak nyaman, maka bayi pun akan terbangun/ terjaga dari tidurnya. Berikut adalah beberapa faktor lingkungan yang dapat mengganggu tidur bayi namun masih dapat Anda kendalikan untuk mendukung tidur bayi.

Suhu dan kelembaban yang fluktuatif
Suhu dan kelembaban ruangan akan sangat berpengaruh terhadap bayi pada awal-awal kehidupannya. Menciptakan suhu dan kelembaban yang kondusif/ konstan akan membantu tubuh bayi untuk cepat beradaptasi sehingga tidurnya pun lebih nyenyak.

Udara yang tercemar
Udara kotor dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi sehingga saluran pernapasan bayi tersumbat dan menyebabkan bayi terbangun. Beberapa benda yang dapat menimbulkan iritasi antara lain asap rokok, bedak bayi, aroma cat, minyak wangi, hair spray, bulu hewan, tanaman, kain (terutama wol), boneka berbulu, debu, bantal berbulu, selimut, dan mainan berbulu yang cenderung menyimpan debu. Bila bayi secara konsisten terjaga dari tidurnya karena hidung tersumbat, periksalah hal-hal yang dapat menyebabkannya alergi di dalam ruang tidurnya.

Tempat tidur yang dingin
Setelah beberapa saat tidak disentuh, tempat tidur dapat menjadi lebih dingin dari suhu tubuh normal. Ketika bayi menyentuh bagian tempat tidur yang dingin, ia akan menjadi terjaga dari tidurnya karena perbedaan suhu. Gunakan selimut dari bahan flanel untuk melapisi seprai sehingga tempat tidur dapat tetap hangat dan nyaman bagi tidur bayi.

Suara yang tidak dikenal

Suara keras yang mengejutkan atau tiba-tiba berpotensi membangunkan bayi yang sedang tidur. Anda tidak perlu berjingkat-jingkat di sekitar bayi yang tengah tidur atau menghindari percakapan ringan, karena sebenarnya suara-suara tesebut telah dikenal oleh bayi sejak di dalam rahim. Yang perlu dihindari misalnya bunyi telepon berdering keras, bunyi bel rumah yang terlalu keras, atau suara keras televisi yang tiba-tiba menyala.

Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, maka bayi Anda pun dapat tidur dengan nyenyak dan tidak mudah terbangun di malam hari.


Related Article