Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hiperlaktasi antara lain:
Posisi penyusuan tertentu bisa membantu bayi untuk mengantisipasi derasnya aliran air susu. Cobalah posisi bayi yang duduk menghadap ibu, dan ibu bersandar agak miring ke belakang sehingga gravitasi dapat memperlambat aliran susu. Atau coba posisi menyusui dengan ibu berbaring miring, dan meletakkan handuk/ kain di bawah payudara untuk menampung tetesan air susu.
Untuk membantu mengurangi suplai air susu, pompalah terlebih dahulu kedua payudara hingga habis. Setelah itu, barulah mulai menyusui bayi hanya pada satu payudara saja selama 2-4 kali penyusuan berturut-turut. Ibu bisa memompa payudara lain yang tidak digunakan untuk menyusui (tidak sampai habis), untuk mengurangi tekanan jika payudara terlalu penuh. Teknik ini biasanya berhasil mengurangi produksi air susu dalam 24-48 jam.
Sisi positif dari hiperlaktasi adalah bahwa tubuh ibu menghasilkan makanan/ ASI yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan bayi. Namun terkadang bayi hanya mendapatkan susu depan (foremilk) yang kurang berkalori, sehingga menimbulkan lebih banyak gas di dalam perut. Jika berlangsung terus menerus, hal ini dapat mengganggu pemenuhan nutrisi bayi. Cobalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli penyusuan tentang hal ini untuk memperoleh penyelesaian yang terbaik. Waspadailah juga terhadap gejala penyumbatan saluran air susu atau mastitis (pembengkakan payudara karena air susu tidak dapat keluar). Jika ibu mengalaminya, maka perawatan khusus segera dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini terlebih dahulu.