Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

rita tri pamungkas
Sis paketannya udah nyampe. Bagus2 banget bandananya. Thanks
Customer Service

SMS / Hotline
+62 816 66 64 64
PIN: 2B1BE846



By Admin  Article Published 01 March 2012
 

Berikut ini adalah beberapa hal pada bayi yang dapat diamati sebagai tanda kecukupan air susu ibu:


  • Berat badan bayi meningkat sekitar 28 gram per hari pada 3 bulan pertama dan 14 gram per hari mulai usia 3-6 bulan. Bayi yang baru lahir biasanya akan mengalami penurunan berat badan pada hari-hari pertamanya, namun akan kembali ke beratnya semula pada hari ke 10-14 setelah kelahiran. Peningkatan berat badan merupakan tanda paling tepat bahwa bayi memperoleh air susu yang cukup.
  • Pada bulan pertama, bayi sedikitnya buang air besar 3 kali sehari dan berwarna terang kekuningan pada hari ke lima seetelah dilahirkan. Setelah bulan pertama, frekuensi buang air besar akan berkurang, bahkan beberapa bayi buang air besar satu kali dalam 1-2 hari.
  • Bayi sering minta menyusu (setiap 2-3 jam sekali) sedikitnya 8 kali dalam sehari.
  • Ibu mendengar bayi menelan ketika menyusu, atau ada susu yang belepotan di sekitar mulutnya.
  • Bayi terlihat selalu sehat dan aktif.
  • Bayi berganti popok 7-8 kali atau popok sekali pakai 5-6 kali dalam sehari. Namun tanda ini saja tidak bisa menjamin kecukupan susunya, karena bayi yang mengalami dehidrasi sekalipun juga menunjukkan tanda yang sama.

Jika kebutuhan nutrisi bayi tidak dapat terpenuhi dari ASI, maka bayi bisa saja tidak mengalami kenaikan berat badan atau bahkan mengalami penurunan berat badan, yang dapat berakibat langsung pada perkembangan fisik dan mentalnya. Ibu bisa mencoba beberapa tips di bawah ini, namun jika masih belum berhasil, segeralah berkonsultasi pada dokter anak agar kondisi bayi pun dapat dipantau.

  • Konsultasikan dengan ahli penyusuan/ laktasi yang akan mengukur berat badan bayi dan memberikan tips bagaimana meningkatkan persediaan air susu ibu.
  • Lakukan penyusuan sesering mungkin, sehingga dapat merangsang tubuh ibu untuk memproduksi lebih banyak susu. Pastikan ibu menyusui dari kedua payudara pada setiap kali penyusuan.
  • Gunakan teknik menyusui yang tepat.
  • Ketika bayi menghisap dan menelan dengan lemah/ lambat, tekan payudara ibu untuk meningkatkan aliran air susu dan menghabiskan persediaan pada payudara. Teknik menyusui bergantian antara payudara kanan dan kiri juga dapat menstimulasi tubuh untuk menghasilkan lebih banyak susu.
  • Bila perlu, lakukan pemompaan payudara di antara waktu penyusuan, dan simpan ASI untuk diberikan kemudian. Lakukan hal ini hanya hingga persediaan air susu ibu meningkat.
  • Jangan memberikan susu formula atau makanan pendamping lainnya sehingga bayi hanya memperoleh ASI eksklusif, kecuali ibu dan dokter telah memutuskan bahwa bayi membutuhkan makanan tambahan selain ASI.
  • Hindari penggunaan dot atau kempongan selain puting ibu, karena hisapan bayi dapat menjadi perangsang produksi susu oleh payudara ibu.
  • Bangunkan dan dorong bayi yang mengantuk untuk menyusu lebih banyak sehingga dapat merangsang peningkatan produksi ASI. Untuk membuat bayi tetap terjaga, cobalah berganti posisi menyusui, menggelitik telapak kakinya, atau tanggalkan bajunya bila perlu.
  • Ibu bisa mencoba ramuan atau teh herbal yang dapat meningkatkan produksi air susu, namun tetap konsultasikan penggunaannya dengan dokter terlebih dahulu.


Related Article